Perempuan versus Standar Kecantikan


Sumber: pexels-kampus-production

Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata cantik? Ada yang mengatakan cantik adalah seseorang yang berkulit putih, berwajah glowing, dan bertubuh langsing. Umumnya masyarakat kerap kali menggunakan istilah cantik untuk menilai seseorang yang memiliki paras rupawan dan enak dipandang mata. Pendapat-pendapat tersebut memunculkan suatu patokan yaitu standar kecantikan.

Sebenarnya apasih standar kecantikan itu?

Menurut KBBI, standar adalah ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan, sedangkan kecantikan adalah keelokan (tentang wajah, muka); kemolekan. Jadi bisa disimpulkan, bahwa arti dari standar kecantikan adalah patokan yang dijadikan untuk mengukur keelokan seseorang. Standar yang berlaku dalam masyarakat bahwa perempuan cantik haruslah berambut lurus, berkulit putih, berhidung mancung, berwajah mulus, bertubuh tinggi, langsing, dan berpenampilan modis. Faktanya, standar kecantikan tersebut membuat banyak perempuan merasa insecure. Bahkan unruk memenuhi standar kecantikan banyak perempuan yang berusaha mati-matian untuk tampil sempurna dengan mengubah jati dirinya sendiri.

Lalu, apa dampak buruk adanya standar kecantikan bagi perempuan?

Standar kecantikan memicu adanya penurunan rasa kepercayaan diri, perasaan malu terhadap keadaan fisik, selalu merasa insecure, dan menjadi emosional karena terobsesi untuk selalu memenuhi standar kecantikan.

Bagaimana sikap yang tepat untuk menanggapi standar kecantikan?

Pertama dan yang paling utama adalah dengan bersyukur atas semua kelebihan yang dimiliki. Ubah rasa insecure dengan rasa syukur. Kemudian, berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Cobalah untuk fokus kepada dirimu sendiri. Cintailah dirimu sendiri dengan tetap merawat dan menjaga kesehatanmu.

Perlu diingat, bahwa cantik itu relatif. Cantik bukan berarti harus putih, mancung, glowing, langsing, dan tinggi. Kecantikan tidak hanya berasal dari penampilan fisik, namun juga berasal dari pikiran dan perilaku. Oleh karena itu, terlepas dari bentuk tubuh dan penampilannya, sejatinya setiap perempuan terlahir cantik dengan keunikannya masing-masing. (Alifta)

 

 

Komentar