Saur Marlina Manurung lahir di Jakarta
21 Februari 1972. Beliau memiliki nama lain yakni Butet Manurung, seorang
aktivis sosial dan antropolog Indonesia yang mendirikan Sokola Rimba.
Beliau
merupakan salah satu sosok perempuan inspiratif di negara kita, perempuan luar
biasa yang mendedikasikan diri untuk mengajar anak anak suku pedalaman sehingga
terjadi kemajuan bagi Suku Jambi. Semangatnya untuk memajukan pendidikan di
Indonesia terlihat nyata dalam usahanya mendirikan Sokola rimba.
Berdiri sejak 2003, sokola rimba saat
ini telah menginisiasi 17 program di seluruh Indonesia dan memberikan dampak
positif kepada lebih dari 15.000 masyarakat adat dalam pendidikan formal, Hal tersebut dibuktikan dengan upaya Sokola
Rimba dalam memampukan masyarakat adat melawan pencuri kayu di Jambi, dan usaha
Sokola Pesisir dalam mengedukasi masyarakat pesisir untuk melek kiat menghadapi
pengebom ikan.
Sokola
rimba berupaya hadir di komunitas adat yang dirugikan akibat buta huruf,
terancam pranata sosial dan sumber daya alamnya oleh dunia luar, serta
masyarakatnya masih menyayangi adatnya. Pada tahun 2016 Sokola Rimba telah
berganti nama menjadi Sokola Institute.
Berkat
kegigihannya, Butet Manurung mendapat berbagai penghargaan seperti :
•Man
and Biosphere Award dari UNESCO pada tahun 2001
•Heroes of Asia dari Majalah Time pada tahun
2004
•Ashoka
Fellow pada tahun 2006
•Young Global Leader pada tahun 2009
•Ernst
and Young Indonesia Social Enterpreneur pada tahun 2012
• Nobel
Asia Ramon Magsaysay Award pada tahun 2014 Serta
•Penghargaan
Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan pada tahun 2015.
“ketika kamu menginginkan sesuatu,
seluruh alam semesta berkonspirasi untuk membantumu mencapainya,” -Butet Manurung
Butet Manurung menunjukkan kepada kita
sikap gigihnya dalam proses perjuangan. Saya memilih menulis tulisan ini agar
memotivasi kita bahwasannya pengetahuan sangat penting bagi kita, beliau
mengajar serta membagi ilmu pengetahuan-Nya untuk masyarakat suku jambi agar
tidak mudah dibodohi. Mohon maaf bila ada kesalahan, saya tidak menyatakan hak
kepemilikan karena tulissan ini saya ambil dari artikel artikel yang saya baca.
“Butet
Manurung menjadikan pengetahuan sebagai senjata beradaptasi,”
Sumber
;
Bewara.twitter
megapolitan.compas.com
kasihnusantara.com
Komentar
Posting Komentar