Sudah Amankah Pembelajaran Tatap Muka Terbatas?

Foto oleh Max Fischer dari Pexels

        Dampak negatif pandemi covid-19 ini nampaknya tidak hanya terlihat di bidang ekonomi dan social namun juga dalam bidang pendidikan. Sejak Maret 2020 pembelajaran para siswa;siswi Indonesia terpaksa dilakukan secara jarak jauh (PJJ). Tidak dapat dipungkiri pula bahwa pembelajaran yang dilakukan secara daring ini banyak membawa dampak negatif, pembelajaran yang dirasa kurang efektif oleh sebagian siswa, adanya kendala terhadap teknologi yang menjadi sarana, dan belum lagi angka putus sekolah semakin tinggi karena sebagian siswa merasa sudah jenuh melakukan pembelajaran di rumah yang dirasa tidak ada bedanya dengan tidak sekolah.
    
         Memasuki bulan Juni 2021, angka kasus covid 19 mengalami penurunan yang signifikan. Dan akhirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan—Nadiem Makarim mengeluarkan fatwa mengenai pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Hal ini tentu menjadi angin segar di dunia Pendidikan karena menjadi salah satu jalan keluar agar pembelajaran jarak jauh tidak dapat berlangsung lebih lama lagi. 

           Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan selama PTM ini berlangsung. Yang pertama dan yang paling penting adalah protokol kesehatan sebagai syarat mutlak, selain itu kapasitas siswa-siswi, durasi dan frekuensi pembelajaran juga menjadi prioritas. Ada baiknya pelaksanaan PTM memperhatikan pendapat dari orang tua karena keberhasilan pelaksanaan pendidikan yang baik dan aman tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, namun juga dari siswa sendiri, pihak sekolah terutama guru dan juga orang tua. Seluruh pihak harus terus bergotong-royong memastikan keselamatan, keamanan, dan kesehatan warga sekolah. Tidak hanya di sekolah tapi juga di perjalanan ke dan dari sekolah maupun selama beraktivitas di rumah.
        
         Namun apabila ditemukan kasus Covid-19 di sekolah, maka PTM Terbatas harus ditinjau ulang, apakah tetap lanjut atau dihentikan. Pasalnya baru-baru ini banyak ditemukan kasus positif dari klaster di sekolah. Namun alih-alih mencari pihak untuk disalahkan lebih baik fokus bagaimana menjaga diri sendiri dan sekitar. Pada akhirnya, PTM Terbatas adalah saat keselamatan/kesehatan pelaku pendidikan perlu berjalan beriringan dengan upaya-upaya cerdas dalam memajukan pendidikan. (Ngaisyah)

Komentar