![]() |
| Image by memyselfaneye from Pixabay |
Hoax merupakan berita yang melenceng dari faktanya, di zaman yang serba digital ini, kita dihadapkan dengan informasi yang bukan sesuai faktanya. Seorang pelajar berusia 16 tahun yang sedang duduk di bangku kelas 2 SMA ini merupakan remaja yang cukup selektif dalam memilah informasi antara yang benar dan yang tidak. Seorang remaja tersebut bernama Santa, gadis ini cukup bijak dalam menggunakan dan memilah informasi di media sosial. Pemudi ini menggunakan berbagai aplikasi sosial media seperti ; Instagram,Twitter,Tik Tok,Facebook,WhatsApp,Line,dan Telegram. Membaca berita sudah menjadi asupan sehari-hari bagi gadis kelahiran tahun 2005 ini, banyak sekali berita yang ia peroleh dalam waktu satu hari. Membaca berita dengan teliti dari awal,pertengahan,hingga akhir merupakan tindakan yang dapat mengurangi kesalahpahaman dalam manyimpulkan sebuah informasi yang diterima. Selain itu, mencarinya di berbagai sumber yang lain sudah menjadi kebiasannya. Hal tersebut mulai ia lakukan sejak maraknya hoax di Indonesia. Dengan edukasi dari orang tua,pendidikan sekolah,dan lingkaran pergaulannya, ia mampu terhindar dari berbagai macam berita bohong yang ada disekitar lingkungannya.
Karakternya yang tidak suka mengumbar sesuatu yang telah ia dapatkan sangat membantunya dalam pencegahan penyebaran hoax. Untuk memastikan berita yang ia terima benar atau tidak, tak jarang gadis ini berdiskusi dengan temannya, berdiskusi dengan temannya tentang berita yang ia dapatkan cukup membantu temannya untuk peduli dengan keadaan sekitar,tentang apa yang sedang terjadi di sekitarnya saat itu. Tak juga itu, kegiatan berdiskusi dapat meningkatkan pola berfikir kritis dalam menanggapi sebuah permasalahan. Dari cerita seorang remaja ini kita bisa mulai mengambil langkah kecil dalam mencegah penyebaran berita bohong di lingkungan sekitar maupun sosial media.(Maharani)

Komentar
Posting Komentar