Goresan Pena Najwa Shihab

Siapa  sih yang nggak kenal Najwa Shihab alias Mbak Nana ?

             Najwa Shihab, S.H. yang akrab dipanggil Mbak Nana lahir di MakassarSulawesi Selatan16 September 1977 adalah salah satu jurnalis yang  mengguncang Indonesia dengan kata katanya. Ia memulai debutnya sebagai jurnalis di RCTI. Alumnus Fakultas Hukum UI ini pada tahun 2001 memilih bergabung dengan Metro TV karena stasiun TV itu dinilai lebih menjawab minat besarnya terhadap dunia jurnalistik.

Pada bulan Agustus 2017, melalui episode Catatan tanpa Titik, ia secara resmi mengundurkan diri dari MetroTV yang telah membesarkan namanya. Dan pada 10 Januari 2018, Najwa Shihab melalui Mata Najwa tampil kembali di Trans7 dengan tetap menempati slot yang sama seperti sewaktu di Metro TV, yakni hari Rabu pukul 20:00 WIB.

Pada tahun 2018, setelah berkecimpung menjadi jurnalis selama 9 tahun, Najwa Shihab mendirikan Narasi TV dan narasi news room, sebuah perusahaan berita dan media omni-channel yang menciptakan dan mengelola beberapa jenis konten, seperti Catatan Najwa. Selain itu belum lama ia dan Narasi juga menggelar konser amal untuk donasi Covid 19 serta acara yang bertajuk #BertemuIndonesia

Kalian pasti sudah tahu kan ? Kejeniusan dan profesionalisme  mbak Nana saat memberi pertayaan kepada narasumber. Gayanya yang lugas cenderung mencecar sampai mendapat Jawaban yang diingikan. Berkat kejeniusannya, wanita pencinta snekers ini mendapat banyak penghargaan mulai lingkup nasional hingga kancah internasional .

Pada tahun 2005, ia memperoleh penghargaan dari PWI Pusat dan PWI Jaya untuk laporan-laporannya dari Aceh, saat bencana tsunami melanda kawasan itu, Desember 2004. Liputan dan laporannya dinilai memberi andil bagi meluasnya kepedulian dan empati masyarakat luas terhadap tragedi kemanusiaan itu.

Tak hanya itu, penghargaan lain yang terus diperoleh sehingga semakin mewarnai biografi Najwa Shihab., seperti pada tahun 2007, pengakuan terhadap profesionalisme Najwa tidak hanya datang dari dalam negeri, tapi juga mancanegara. Terbukti, selain kembali masuk nominasi Pembaca Berita Terbaik Panasonic Awards, ia juga masuk nominasi (5 besar) ajang yang lebih bergengsi di tingkat Asia, yaitu Asian Television Awards untuk kategori Best Current Affairs/Talkshow Presenter. Pengumuman pemenang dilangsungkan pada bulan November 2013 di Singapura. Jika pada Panasonic Awards pemenang dipilih dari jumlah sms terbanyak, maka penentuan pemenang pada Asian TV Awards dilakukan oleh panel juri yang beranggotakan TV broadcaster senior dari berbagai negara di Asia.

            Lantaran memutuskan untuk secara total terjun di dunia jurnalistik dan TV broadcast, Najwa terus-menerus berupaya memperkuat dan memperkaya wawasan keilmuannya. Pada awal 2008, ia terbang ke Australia sebagai peraih Full Scholarship for Australian Leadership Awards dan mendalami bidang hukum media.

Pada tahun 2015, kembali Najwa Shihab masuk sebagai nominasi Presenter Berita Terbaik Panasonic Awards, walaupun pada akhirnya Putra Nababan yang diputuskan sebagai pemenang.

Pada tahun 2020 ini beliau juga masuk nominasi sebagai pembawa acara terfavorit dalam Indonesia Television Award.

Selain sebagai jurnalis ia juga menjadi duta baca dan duta pustaka Indonesia 2016-sekarang yang tugasnya membangun kepedulian terhadap buku dan gerakan membaca, menyebarkan bahan bacaan ke berbagai penjuru negeri, dalam upayanya meningkatkan minat baca di Indonesia.

Pada tahun 2020, Istri dari Ibrahim Assegaf ini mencuri perhatian dari seluruh penjuru  Indonesia karena wawancara kursi kosong kepada kemenkes Terawan dalam acara mata Najwa . Bukannya mendapat sambutan baik,wawancara ini justru menciptakan polemik dari berbagai pihak . Tidak sedikit dari mereka memberi komentar negative terkait itu. Namun banyak juga yang mendukung pernyataan maupun pendapat putri kedua dari KH Quraish Shihab dalam acara tersebut.

Meskipun banyak yang berkomentar negatif terhadapnya, ia tetap profesional dan justru semakin termotivasi untuk menuangkan semua dalam dunia jurnalistiknya serta menginspirasi semua orang untuk berani menyuarakan pendapatnya . Bahkan kerap menjadi role model para kaum muda. Seperti goresan catatannya “Indonesia tak tersusun dari peta, tapi dan peran besar kaum muda.” (Resa)

 

Komentar