Cendawan Pembantu Degradasi Mikroplastik
Seiring berkembangnya zaman, tingkat produksi sampah plastik semakin banyak diketahui dari data yang diunggah oleh Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Tingkat produksi sampah plastik mencapai 30 juta ton per tahun kedudukannya tertinggi kedua dari produksi sampah limbah rumah tangga. Penanganan sampah plastik masih memiliki fasilitas yang minim, jika dibiarkan membuat penimbunan sampah sehingga berdampak buruk pada lingkungan. Bagaimana solusi yang tepat untuk pengelolaan sampah plastik agar tidak terjadi penimbunan? Dengan melakukan metode bioremediasi yang memanfaatkan aktivitas mikrobiologi seperti jamur dan bakteri, membuat pengelolaan samapah tidak memiliki efek samping atau menimbulkan polutan baru bagi lingkungan sekitar. Bioremediasi menggunakan bakteri dan jamur yang memiliki enzim pemecah rantai hidrokarbon, yaitu Polyethyleneterepthalate (PET). Enzim ini menguraikan rantai hidrokarbon hingga sampai pada ambang batas berbahaya. Menurut WHO yang disampaikan oleh artikel Greenpeace menetapkan bahwa ambang batas toleransi mikroplastik sekitar 20 miligram per liter air yang terkontaminasi oleh mikroplastik.
Penggunaan enzim pada metode bioremediasi bertujuan untuk merusak rantai kompleks pada sampah plastik menjadi rantai sederhana atau yang dikenal sebagai degradasi. Menurut saya, metode bioremediasi ini sangat efektif untuk mengurangi penimbunan sampah karena tidak menimbulkan polutan baru untuk lingkungan sekitar serta tidak memerlukan biaya yang sangat mahal karena proses pendegredasi rantai karbon pada plastik untuk menjadi mikroplastik terjadi pada satu lingkungan yang tercemar. Tentu saja metode bioremediasi ini memiliki kekurangan, yaitu proses penguraiannya membutuhkan waktu 4-6 bulan karena bergantung pada jumlah partikel yang diuraikan dan pengambilan mikroorganisme yang dibutuhkan harus sesuai dengan lingkungan yang tercemar. Hal ini dikarenakan mikroorganisme yang digunakan metode ini menjadi lebih mudah untuk beradaptasi.
Teknik ini perlu diperkenalkan dan ditindak lanjuti kepada masyarakat sekitar terutama pada tingkat rumah tangga. Sebaiknya pengenalan kepada khalayak umum menggunakan metode plan, action, do, and check. Plan sesuai dengan artinya yanitu merencanakan, perencanaan menggunakan penelitian yang mengedekusi masyarakat sekitar tentang metode bioremediasi. Contoh yang dapat diterapkan seperti sosialisasi atau penyuluhan. Action merupakan tindakan memfasilitasi masyarakat dengan memberikan mikroba untuk membantu proses bioremediasi yang dapat dikembang oleh tokoh masyarakat. Do merupakan langkah memberikan mikroba yang sudah dikembangkan kepada masyarakat dan mendampingi kegiatan bioremediasi yang dilakukan oleh masyarakat. Tahap terakhir Check adalah mengimplementasi jalannya kegiatan pengolahan sampah melalui metode bioremediasi. Untuk merealisasikan metode plan, action, do, and check perlu adanya kerjasama yang melibatkan berbagai pihak, seperti antar masyarakat, tokoh masyarakat, peneliti dan pemerintah. Hal ini memudahkan pemilahan dan pengolahan sampah agar nantinya sampah plastik mudah terurai di lingkungan dan tidak lagi mencemari lingkungan sekitar. Teknik bioremediasi ini merupakan metode pengolahan sampah plastik sederhana yang merupakan langkah kecil mendukung kelestarian lingkungan. Seperti yang dikatakan oleh Saul Bellow yaitu seorang penulis tentang kesadaran manusia bahwa, “Siapapun yang ingin mencapai tujuan yang besar harus mampu mengambil langkah-langkah kecil.”
Komentar
Posting Komentar